DIKIRA LAWAN TAWURAN, DUA REMAJA YANG LAGI DUDUK SANTAI DIPUKUL SAJAM DAN MOTOR NYA DIRAMPAS.
Peristiwa tawuran antar remaja kembali terjadi di Kampung Cirejag, Desa Belendung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Sabtu (6/6) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.
Dalam rekaman
Baru sebulan pindah kontrakan, ketuk pintu, tetangga baru mau kenalan.
Ngobrol sebentar, nawarin ayunan anak yang mau dijual.
Ramah, biasa aja.
Kesan pertama oke.
Seminggu kemudian datang lagi.
Kali ini bawa dua anaknya yang masih kecil, tiga tahun sama satu tahun.
Minta pinjam 100 ribu buat berobat anak yang demam dua hari. Suami lagi nggak kerja.
Dikasih.
Dengan tulus.
Sambil doain semoga anaknya cepat sembuh.
Seminggu kemudian ketuk pintu lagi.
Kali ini minta 500 ribu, buat biaya bapaknya yang di RS.
Nggak ada uang segitu, minta maaf.
Dan dia pulang.
Di situ mulai ada perasaan yang susah dijelasin.
Tapi dikubur dulu, mungkin memang lagi susah.
Setahun berlalu.
Nggak ada kabar soal utang 100 ribu itu.
Sampai suatu hari ketemu lagi, lagi ngerumpi ketawa-tawa di rumah tetangga.
Begitu mau dideketin, langsung kabur.
Malam harinya stalking Facebook.
Ketemu.
Dan ternyata aktif banget update status.
Dichat dengan sopan.
Nanya kabar, nanya suaminya udah kerja belum, dan ingatkan soal pinjaman.
Balasannya?
Minta maaf, bilang takut ditagih di depan orang, malu.
Dijawab santai, nggak mungkin nagih di depan umum. Dan minta kepastian kapan bisa bayar.
"Besok sore aku ke rumah ya Mba, nunggu suami pulang."
Besoknya ditunggu sampai malam.
Nggak datang.
Dichat lagi.
Jawabnya, "Tadi pintunya tutupan Mba, jadi aku pulang."
Dan di situ kesabaran hampir habis.
"Loh, waktu mau pinjem duit, pintu juga tutupan.
Bisa diketok kan?"
"Iya Mba, gaenak nanti ganggu."
Waktu mau minjem, nggak takut ganggu.
Waktu mau bayar, tiba-tiba punya adab.
Sampai akhirnya kejadian yang bikin geleng-geleng kepala.
Ketemu di warung tetangga.
Si tetangga pakai sepatu baru, jalan sama anaknya. Ditanya sama tetangga lain, katanya beli cash.
Malamnya dichat lagi di Facebook.
"Mbaaaa tadi lewat ada yang baru yaaa."
"Hehe iya Mba, alhamdulillah ada rezeki."
"Btw utang yang dulu jadi dibayar kapan ya Mba? Udah setahun lebih loh."
Status: typing...
Status: online.
Status: offline.
Nggak dibalas sampai sekarang.
Didatangi ke rumah langsung, nggak pernah keluar. Ditelepon, nggak diangkat.
Guys, yang bikin capek bukan cuma uangnya.
Tapi energi yang habis buat nagih orang yang jelas-jelas mampu tapi pura-pura nggak ada.
Kalau memang nggak punya uang, mungkin bisa diikhlaskan.
Tapi ini?
Beli cash, alhamdulillah ada rezeki, tapi utang 100 ribu ke tetangga sendiri seolah nggak pernah terjadi.
Kalian punya pengalaman serupa, udah baik sama orang tapi malah dimanfaatkan dan akhirnya milih ikhlasin aja?
...Lucu,
Serangan kpd film Pesta Babi bukan isi filmnya.
Seorang jendral-buzzeRp² bahas isu pendana.
Artinya jelas bahwa 1 narasi briefingan.
Lalu:
1. Jutaan hektar hutan dihancurkan?
Gak dibahas
2. Kebiadaban "oknum²" tentara?
Gak dibahas
3. Kebangsatan Jokowi+Prabowo?
Gak dibahas
4. Warga ulayat yang menerima persekusi dari "oknum" aparat?
Gak dibahas
5. Monopoli pembukaan lahan oleh 1 pemodal?
Gak dibahas
Jadi kalau ada kasus pemerkosaan yang viral, yang dibahas bukan soal korban atau peristiwanya tapi siapa yang sebarin informasi pemerkosaan tsb.
1. Kondisi korban pemerkosaan?
Gak dibahas
2. Kebejatan pelaku pemerkosaan?
Gak dibahas
3. Advokasi kepada korban pemerkosaan?
Gak dibahas
4. Penahananan pelaku pemerkosaan?
Gak dibahas
5. Profil pelaku pemerkosaannya?
Gak dibahas
Logika macam apalah yang lagi dipertunjukkan ini.
Ada kejahatan terjadi tapi yg dibahas bukan soal peristiwa kejahatannya tapi malah siapa yg menyuarakan peristiwa kejahatan tsb?
Gilak.
Jendral aja bisa pakai logika rusak begitu, kebayang lah betapa kasihan warga ulayat Papua yang menolak, bakal digebuk terus²an... (``,)
Di dalam Gedung DPR:
Presiden pidato sarkas: "Gaji guru naik hampir 300%..." lalu meralat "Maksudnya hakim."
Di luar Gedung DPR:
Ribuan guru honorer demo karna gaji mereka jauh di bawah UMR.
Kontras yg sangat ironis pak presiden
x.com/InfiPoop/statu…
https://t.co/QAmwystR9n
@kangdede78 Ada juga buzzer bilang
(Program makan bergizi gratis biar rakyat kecil nggak terbebani harga mahal) 😝
Susah menerima kritikan kalau sudah dapat jabatan
@bakoelrotimanis@MiskinTV_ Heran dengan pola pikir Bpk @prabowo setelah jadi Presiden kyk sedang menikmati banget sesuatu yang diidam-idamkan tercapai dan merasa paling berkuasa
393 Followers 4K FollowingMy mission in life is not merely to survive but thrive.
Connect with me privately by clicking on the link below to access a secure and exclusive chat room.
..
18K Followers 4K FollowingAgripreneur Gemati Farm 🍈 | Ngomongin tentang pertanian dan daily life | Penulis Buku 'Dari Kampus ke Ladang' | Gabung Komunitas Warga Tani, klik link 👇🏻
12 Followers 4 FollowingKantor Hukum. Advokat dan Konsultan Hukum. Litigasi, Non Litigasi. Konsultasi Hukum Gratis via WA 081389979760 https://t.co/Dkmb94a8Fn
20K Followers 12K FollowingA government in power, which claims to be a democracy, but does not provide freedom of thought and speech is a hypocritical government
82K Followers 0 Following(Admin masih belajar, bukan kiai) Arabian Iqtibasat /Quotes dari Kaidah sampai Hikmah bahkan, Bucin Ambyar. Sel. 14 Feb | Friday 30 June
78K Followers 22 FollowingBukan akun resmi
Akun resmi beliau :
Instagram di akun @zaidulakbar
Youtube ada dr. Zaidul Akbar official ( logonya DZA)
Facebook Logo DZA (19 ribuan sub )
6K Followers 91 FollowingMediane Wong Banjarnegara
Est. 2010
Info & Berita Terkini
Banjarnegara | Jateng | Nasional
📩 Kirimkan informasi/iklan/kerjasama dll via WhatsApp 082221210006
726K Followers 4K FollowingKalau Bukan Kita, Siapa Lagi? Kalau Bukan Sekarang, Kapan Lagi? Ikuti terus perjuangan Partai Gerakan Indonesia Raya dalam membangun Indonesia yang Berdikari.
104K Followers 779 FollowingKomisi III DPR RI & MPR RI 2017-2019, 2019-2024, 2024-2029|Ketua Dewan Kehormatan & Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat2020-2025-2030|Sekjend PD 2015-2020.
1.9M Followers 160K FollowingNasehat indah Qur'an, Sunnah, mutiara hati dari ulama dan kata bijak islami.
Kebenaran dan keadilan lebih berhak ditegakkan.
Sampaikan kebenaran walaupun 1 ayat