saking boroknya negara ini, mahasiswa selalu diharapkan untuk jadi garda terdepan buat belain masyarakat—nyaris tumbal... i mean ya we would but that's not even our main job... seberapa gagal sistem di sini dawg 😭
on a serious note, ini butuh kesadaran dan pergerakan KOLEKTIF
entahlah, kenapa gerakan mahasiswa sekarang gak ada yak?
- BEM SI? gak ada
- BEM NUS? gak ada
- FMEI (forum mahasiswa ekonomi indonesia)? gak ada, sibuk agenda internal
- ISMEI (Ikatan senat mahasiswa ekonomi indonesia) ? apalagi
- Ormek? gaada pergerakan konkrit
panggil aku
Suka banget sama kata-kata ini:
Jika stres mu disebabkan oleh dunia, maka dzikirmu La ilaha illallah.
Jika stres mu disebabkan oleh org lain, maka dzikirmu La haula wala quwwata illa billah.
Jika stres mu disebabkan oleh dirimu sendiri, maka dzikirmu Astaghfirullah al-adzim innallaha ghofururahim.
Reminder untuk diriku sendiri 🥹
Saya yang lahir dari keluarga pas-pasan dengan luck rate 50%, sependapat. Sekali gagal ya remuk, padahal kudu usaha lebih. Akhirnya, terbawa ke mana pun.
Makanya kuping ini alergi dengan kalimat "Dih, kayak gitu aja gabisa?" atau sejenisnya.
kadang orang yg dikit2 takut/malu untuk nyoba bukan krn nggak capable, tapi krn terbiasa tumbuh dalam mode survival, jadi lebih baik cari aman ajaa gitu. definitely its not them to blame sih, blame the system and unequal access...
Been there,
Rasanya cmn pgn tidur seharian, ga pgn ngelakuin apapun, tapi terselamatkan dgn sedikit sisi tanggung jawab. Jadi meskipun otak log out kala itu ttp berusaha ngerjain kerjaan meski ga bener sbenernya ngerjainnya wkwk
i think long-term stress changes people quietly. you become less expressive, less excited, more tired, more detached, until one day you barely recognize the version of yourself that existed before survival mode.
Cerita di Perancis ini kalau bocor juga ga bakal ada yg percaya.
Yang pasti, ada bbrp agenda yg khusus banget ga boleh bocor. Tapi ga susah ditebak dan juga ga sedikit yg tau.
Imigran asal China di Amerika dulu tidak bisa mengajukan pinjaman ke bank karena masalah ras. Orang Amerika menganggap tenaga buruh asal China yg datang ke Amerika dari tahun 1800an itu tidak prospektif.
Sampai akhirnya imigran2 China itu membuat sistem Hui, semacam arisan kalau di Indo. Sejumlah uang dikumpulkan dari imigran yg berasal dari klan, daerah asal atau marga yang sama. Kemudian semua anggota menyetorkan sejumlah uang, yang totalnya untuk dibagikan lewat sistem undian atau lelang bunga kepada anggota yang membutuhkan modal usaha. Sampai semua anggota kebagian modal usaha.
Dari sini kemudian muncul bisnis2 kecil yang dikelola oleh imigran China seperti toko kelontong, binatu, restoran.
Dari sini muncul bank informal Chinese Consolidated Benevolent yang memfasilitasi ketakutan imigran2 China menyimpan uang mereka di bank yg dikelola oleh orang Amerika. Takut ga bisa diambil lagi. Googling aja kelakuan Bank Of America ke warga kulit putih sendiri. Kekuatiran yang beralasan.
Seiring waktu generasi baru imigran China mulai memahami pentingnya masuk dalam regulasi Amerika. Kemudian imigran China ini membangun Canton Bank di San Fransisco th 1907. Canton Bank menjembatani perdagangan antara Asia dengan bisnis di Chinatown di Amerika. Menjadi wadah buat para imigran asal China meminjam dan menabung tanpa kuatir diskriminasi ras.
Tahun 1967 F Chow Chan bersama orang China Amerika mendirikan Cathay Bank di California Selatan. Kemudian di tahun 1973 muncul East West Bank. Keunggulan kedua bank ini adalah fasilitas kredit dengan syarat yang lebih ringan dibandingkan standar bank versi barat yang hanya mengandalkan skor kredit. Kedua bank ini juga mengandalkan reputasi bisnis dan peminjam di mata komunitas mereka sendiri.
Dari bantuan kedua bank ini usaha yang dimiliki imigran China, China Amerika, berkembang. Dari toko kelontong jadi jaringan ritel besar, dari kamar kost jadi ril estat, dari losmen jadi hotel bahkan perusahaan teknologi.
Sungguh berbeda dengan kelakuan diaspora Indo di Amerika atau Australia yang dikeluhkan Panji atau konten kreator asal Australia. Mental crab mentality, premanisme, pungli masih sangat kuat dibawa ke negara tujuan.
Influencer kiri pernah bilang banyak billionaire Indonesia itu Chindo karena peran Soeharto. Tapi itu tidak menjelaskan kenapa banyak billionaire Malaysia Cina di Malaysia.
Di Filipina sama, billionaire banyak dari Chinoy. Thailand sami mawon. Mayoritas billionaire itu
Anak Bupati POSITIF ganja dari hasil tes urine, ketangkep di klub malam, tapi LOLOS PIDANA
— BNN : terpapar asap ganja ditoilet
kekuatan hukum anak pejabat seajaib itu yah, beda sama rakyat jelata
Orang indonesia sebagian besar iq-nya rendah, itu bisa kita lihat dari mereka yang tidak perna jera memilih pemimpin yang ahli dalam pencitraan. Seseorang yang sudah jelas jelas mendapatkan kekayaan dari hasil merusak hutan jangan sampai di berikan panggung yang lebih tinggi jika tidak mau melihat hutan di seluruh pulau Indonesia hancur. Catat itu
Presiden kita ini benar benar tidak punya rem untuk tidak mengambur hamburkan uang negara. Coba istana jelaskan ke rakyat secara gamblang tentang hasil nyata dari tiap kunjungan yang dilakukan hampir tiap minggu melawat ke luar negeri? Berapa anggaran negara yg dihabiskan hanya untuk berpergian? Pantaskah itu dilakukan saat rupiah terpuruk terhadap dollar, harga saham merosot dan remuk di mata investor, serta banyak rakyat sedang kesulitan ekonomi karena harga harga kebutuhan yang makin mahal? Apa tidak ada orang di sekeliling presiden yg bisa menasehati agar pak Prabowo lebih punya empati, hingga mendahulukan bekerja berdasarkan prioritas dan akuntabilitas?
Ternyata Rumahmu Menentukan Rezekimu
1. Buanglah sampah sebelum maghrib
2. Cuci piring sebelum tidur
3. Tidak menyimpan makanan di tempat terbuka
4. Shalat dengan pakaian terbaik, bersih dan suci
5. Jangan menunda shalat isya
6. Sedekah subuh
7. Membaca surat Al Waqiah setelah ashar
8. Membaca shalawat Pohon Uang 400x setelah isya, lafadznya: Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad
Semoga rumahmu dipenuhi keberkahan, ketenangan, dan rezeki yang baik dari arah yang tak disangka-sangka. Aamiin
Semalem gue baru belajar istilah baru
Kalian pernah denger “duck syndrome” gak?
Duck syndrome itu kondisi pas seseorang keliatannya santai, hidupnya aman2 aja. Padahal aslinya lagi capek, banyak tekanan, burnout, sama stres yang dipendem sendiri.
Kenapa dianalogiin sama bebek?
Ini VALID banget!
Soalnya pas lg stres/OVT berat, otak tuh lg kejebak dlm mode rumination.
Pikiran muteerrr terus di topik itu2 aja tanpa henti. Makanya makin lama mendem di kamar, malah makin anxious, sumpek, & mentally exhausted.
Nah, keluar rumah sambil jalan2 tuh bisa bantu mindahin fokus kerja otak dari loop pikiran yg muter terus tadi ituu.
Tentu minimalkan gadget yee saat jalan2!
Fokus dan mindful aja sama surrounding.
guys sumpah kalau lagi stress, mumet, atau pikiran chaotic banget….
GO OUTSIDE! muter-muter komplek, jajan ke indomaret, jogging sore, atau cuma jalan kaki sambil denger musik.
beda banget rasanya dibanding diem di kamar doang~🕊️💯
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar
‼️‼️Banyak pihak, termasuk warganet dan figur publik seperti Denny Sumargo, merasa bingung terhadap tuntutan JPU🙄
"Lihat kasus timah yang rugikan hingga 200T..!"
Tuntutan yang tak masuk akal dan rekor tertinggi, bahkan lebih berat daripada tuntutan u/ pembunuh maupun teroris.
146K Followers 214 Following|4Hire||Collab||Top,onprep||
legit masahista w/Nc2|
Dm me to subscribe to my channel and for my rates|| Lf sponsor or sugar dad
https://t.co/hvuMSs5meH
316K Followers 4K FollowingEdger Columbia University📖 New York. DM with cock and body pic. Edging. Cumcontrol. Penis Polish. Welcome Straight. Bi. Gay ❗️I don't use Rednote and Blued❗
42K Followers 1K Followinglebih baik jadi yang ke dua tapi diutamakan dari pada jadi yang pertama tapi di dua kan.. Pulang malu, gak pulang ngaceng mulu #bisajadi